Sulitnya Anak Belajar Online di Tengah Pandemi Covid- 19

Pandemi virus Corona( Covid- 19) membuat beberapa lembaga kesusahan melaksanakan kegiatan. Tidak terkecuali lembaga pembelajaran yang gagap lantaran wajib melaksanakan aktivitas belajar mengajar( KBM) dari rumah.

Seluruh ruang- ruang kelas yang biasa dipakai KBM saat ini wajib digantikan dengan sistem daring. Para pelajar siswa/ siswi ataupun guru dituntut buat siap belajar dari rumahnya demi menjauhi virus corona tambah pinter .

Tetapi belajar online tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak para siswa serta guru menemui hambatan lantaran gagap dengan pendidikan secara daring ini. Salah satunya Halaman Pembelajaran Alquran( TPQ) Al- Furqan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Para guru yang tidak dapat mengajar secara langsung menemui hambatan walaupun aktivitas dicoba dengan metode video call. Banyak modul mengaji yang diberikan kepada murid susah dimengerti lantaran banyak kendala kala melakukan aktivitas.

” Kendalanya biasanya itu sebab jika pengajian ngaji itu jika pelajaran yang wajib di contohkan itu baiknya tatap muka, jika ini terkendala sebab enggak direct( langsung) begitu semacam anak salah serta tersendat signal, modul pula tidak dapat tersampaikan dengan baik,” kata Kepala TPQ Al- Furqan, Hamidah Rosichah kepada Okezone,( 23/ 7/ 2020).

Dia berkata, dikala ini terdapat 60 orang anak setingkat SD yang belajar di TPQ Al- Furqan. Puluhan anak itu dipecah kedalam sebagian kelompok buat dapat melaksanakan KBM secara online.

Tiap hari mereka belajar sepanjang 1 separuh jam dari jam 16. 00 Wib sampai 17. 30 Wib. Tetapi tidak seluruh anak dapat menjajaki aktivitas belajar lantaran terkendala perlengkapan komunikasi serta orang tua yang padat jadwal bekerja. Kesimpulannya diantara mereka juga terpaksa wajib izin tidak dapat menjajaki aktivitas belajar.

” Sebab kadangkala ibu dan bapaknya enggak dapat dihubungi, setelah itu orang tuanya kerja hape hanya satu, terdapat pula orang tuanya yang lagi repot kerja. Kedudukan orang tua memanglah sangat perlu,” ucapnya.

Tidak cuma itu kanak- kanak yang belajar dari rumah pula tidak memperoleh fokus buat belajar sebab area rumah yang memanglah ramai sehingga tersendat. Dampaknya pendidikan pum tidak dapat dilaksanakan secara efisien.” Kala kanak- kanak didampingi orang tua itu ter- distract banyak kendala lah jika di kelas kan lebih fokus, mereka pula kurang mandiri,” bebernya.

Baca Juga : Bersiap Untuk Waktu Pajak

Ada pula terpaut dengan kuota internet kata ia, pihak sekolah tidak sangat membebankan orang tua karena pada penerapannya aktivitas belajar online tidak dicoba sepanjang 1 jam separuh full melainkan cuma sebagian menit.

Di sekolah mengaji TPQ Al- Furqan ini mereka pula tidak dipatok bayaran SPP melainkan cuma bayaran infaq yang diberikan tiap hari tetapi itu cocok keahlian keluarga.

” Bisa jadi kan banyak sekolah yang SPP mahal tetapi kami disini tidak bebankan SPP kami hanya gunakan infaq tiap hari seikhlasnya,” tutup Hamidah.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *